Agenda
ANALISA KEBUTUHAN DIKLAT
  • Jumat, 27 Jan 2017
  • ANALISA KEBUTUHAN DIKLAT

                Kegiatan AKD (Analisa kebutuhan diklat) diharapkan akan menghasilkan jenis-jenis diklat yang dibutuhkan oleh organisasi, sehingga dapat mewujudkan diklat yang tepat sasaran, tepat isi kurikulum dan tepat strategi untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan Analisa Kebutuhan Diklat, maka idealnya setiap program yang disusun dan dijabarkan dalam bentuk kegiatan merupakan perwujudan dari pemenuhan kebutuhan. Hasil yang diharapkan dari Analisa Kebutuhan Diklat akan memperjelas kaitan antara pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dengan peningkatan kinerja.

                Hasil Analisa Kebutuhan Diklat ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada Pusdiklat tentang manfaat dari suatu pelatihan kepada pekerja baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, hal ini dimaksudkan untuk dapat menambah khasanah pengetahuan manajemen, teknis maupun bisnis khususnya teori-teori yang berkaitan dengan strategi kebijaksanaan pemerintah di bidang industri.

    Maksud dan Tujuan Analisa Kebutuhan Diklat

    1. Untuk mendapatkan data akurat yang diperlukan dalam pembuatan Analisa Kebutuhan Diklat
    2. Dasar Penyusunan program Diklat
    3. Pedoman Organisasi dalam merancang bangun program Diklat
    4. Sebagai bahan masukan dan bahan dalam penyusunan kebijakan lebih lanjut
    5. Menjaga dan meningkatkan produktivitas kerja pada organisasi
    6. Menghadapi kebijakan baru
    7. Menghadapi tugas-tugas baru

    Identifikasi Masalah

    1. Melakukan kegiatan Analisa Kebutuhan Diklat (sosialisasi dan membagikan kuesioner kepada peserta Diklat sertifikasi kompetensi Boiler, Diklat Three in One Operator Pabrik Kelapa Sawit dan Diklat Setara D-1 Operator Pabrik Kelapa Sawit).
    2. Melakukan komunikasi dengan peserta diklat yang telah dikemas dalam bentuk pengamatan langsung serta wawancara yang dilakukan oleh tim dari seksi pengembangan dan kerjasama diklat selama diklat berlangsung.
    3. Menyusun laporan Pelaksanaan Analisa Kebutuhan Diklat.

    Manfaat Analisa Kebutuhan Diklat

                Analisa kebutuhan pelatihan adalah langkah awal dalam proses siklus yang memberikan kontribusi untuk pelatihan dan strategi pendidikan karyawan dalam suatu organisasi atau kelompok profesional. Banyak pelatihan telah dirancang tanpa mengambil kebutuhan peserta menjadi pertimbangan.

                Berdasarkan hal tersebut Balai Diklat Industri Medan merasa perlu dan terpanggil untuk melaksanakan Analisa Kebutuhan Diklat ke perusahaan–perusahaan industri sawit dan karet beserta turunannya, khususnya yang berada diwilayah kerjanya guna untuk mendapatkan gambaran yang nyata tentang ada tidaknya peningkatan aktivitas pekerja yang telah mengikuti proses pendidikan pelatihan yang dibutuhkan mereka saat ini, hasil Analisa Kebutuhan Diklat ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan produktivitas dalam pengembangan sektor industri yang meliputi wirausaha industri, tenaga kerja industri, pembina industri, dan konsultan industri.

                Dapat didefenisikan sebagai serangkaian kegiatan sistematik dan teratur untuk mendapatkan dan menggunakan informasi sebagai dasar perbaikan efisiensi dan efektivitas program. Dengan Analisa Kebutuhan Diklat kita dapat mengenali masalah pelaksanaan program, melahirkan koreksi/perbaikan pelaksanaan program, mengukur pencapaian target program dan menilai trend perubahan yang diharapkan.

    Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

    Pelaksanaan Analisa Kebutuhan Diklat ini dilakukan oleh Seksi Pengembangan Dan kerjasama Diklat kepada para peserta diklat terkait Bidang Three in One (Rekrut-Latih-Tempatkan) yang telah dilaksanakan di Balai Industri Medan selama Tahun 2016.

    Adapun diklat yang telah dilaksanakan di Balai Diklat Industri Medan selama Tahun 2016 yaitu :

     

    No

    Nama Diklat

    Waktu Pelaksanaan

    1

    Diklat 3 in 1 Angkatan I Operator Pabrik Karet

    09  S/D 22 Pebruari 2016

    2

    Diklat Setara Diploma 1 Operator Pabrik Kelapa Sawit (Lanjutan)

    15 Pebruari S/D 13 Mei 2016

    3

    Diklat Kompetensi Sertifikasi Operator Boiler Angkatan I

    21 S/D 31 Maret 2016

    4

    Diklat 3 in 1 Angkatan II Operator Quality Control Di Pabrik Sarung Tangan Karet

    28 Maret S/D 9 April 2016

    5

    Diklat Kompetensi Sertifikasi Operator Boiler Angkatan II

    04 S/D 13 April 2016

    6

    Diklat 3 in 1 Angkatan III Operator PMKS

    30 Mei S/D 11 Juni 2016

    7

    Diklat 3 in 1 Angkatan IV Operator PMKS

    13 S/D 25 Juni 2016

    8

    Diklat 3 in 1 Angkatan V Operator Pabrik Kelapa Sawit

           16 S/D  29 Juni 2016

    9

    Diklat Kompetensi Sertifikasi Operator Boiler Angkatan III

           16  S/D 25 Juni 2016

    10

    Diklat 3 IN 1 Angkatan VI Operator PMKS

    25 Juli S/D 6 Agustus 2016

    11

    Diklat 3 IN 1 Angkatan VII Operator PMKS

    25 Juli S/D  6 Agustus 2016

    12

    Diklat Kompetensi Sertifikasi Operator Boiler Angkatan IV

    28 Juli S/D 6 Agustus 2016

    13

    Diklat Kompetensi Sertifikasi Operator Boiler Angkatan V

    29 November S/D 8 Desember 2016

    14

    Diklat Kompetensi Sertifikasi Operator Boiler Angkatan VI

    6 S/D 16 Desember 2016 


    Anggaran

                Anggaran yang tersedia untuk mendukung kelancaraan pelaksanaan Analisa Kebutuhan Diklat Tahun 2016  di Balai Diklat Industri Medan berasal dari anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2016. Berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2014 Nomor: 019.01.2.248539/2016 tanggal 14 November 2014, sebesar Rp. 6.468.000,- (Enam Juta Empat Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Rupiah),  terdiri dari :

    • Belanja Bahan 4.718.000.-
    • Belanja Honor 1.750.000,-

    Observasi Lapangan

    Kegiatan Analisa Kebutuhan Diklat dilingkungan Balai Diklat Industri Medan dilakukan dengan cara :

    1. Penggunaan kuesioner, hasil rekapitulasi kuesioner (terlampir) disiapkan berupa pertanyaan terstruktur tertulis dimaksudkan agar para petugas baik dari unit kerja kegiatan diklat maupun petugas penilai dalam melakukan evaluasi dapat menggunakan acuan atau sarana penilaian yang sama, sehingga evaluasi dapat lebih obyektif.
    2. Metoda Pelaksanaan Interview. Kegunaan interview dalam evaluasi pendidikan dan pelatihan, dimaksudkan selain untuk mengkonfirmasikan hasil pengisian kuesioner, juga agar dapat dilakukan evaluasi secara langsung sehingga lebih objektif dan diharapkan untuk umpan balik serta pendalaman permasalahan yang mungkin dijumpai dilapangan.

    PELAKSANAAN ANALISA KEBUTUHAN DIKLAT

    Penilaian Kinerja

                Hasil Analisa Kebutuhan Diklat bermanfaat sebagai dasar pengambilan suatu keputusan, disamping memberi solusi/arah, petunjuk tentang apa yang dilaksanakan bagaimana cara melaksanakan dan hasil apa yang diperoleh. Oleh karenanya kepada pendesain pelatihan perlu melaksanakan analisis kebutuhan terhadap suatu diklat karena persoalan utama dari suatu Diklat bukan tergantung pada sedikit banyaknya diklat yang dilaksanakan tetapi terletak pada kualitas bobot dari Diklat itu sendiri.

               Konsep dasar pemikiran kebutuhan diklat adalah adanya deskrepansi kemampuan kerja. Sesuai dengan tingkatan dalam pengungkapan kebutuhan diklat maka deskrepansi dapat terjadi pada seseorang pejabat/pelaksana pekerjaan terhadap tugas di dalam organisasi, jabatan maupun terhadap tugas individu. Secara umum deskrepansi kemampuan kerja diilustrasikan sebagai berikut: Diskrepansi kemampuan kerja dinyatakan perbedaan antara kemampuan kerja seseorang pada saat kini dengan kemampuan kerja yang diinginkan atau seharusnya yang umumnya juga dikenal kemampuan kerja standar/baku.

              AKD merupakan analisis yang dilaksanakan secara sistimatis dan digunakan perancang diklat atau manajer sdm untuk memahami persoalan kinerja sdm dan menentukan jenis kegiatan yang diperlukan dalam proses pengembangan sdm.

    Untuk mengevaluasi dampak diklat maka akan dianalisa berdasarkan kuesioner yang masuk terkait dengan manfaat diklat dan kesesuaian dengan bidang tugas, efektifitas diklat dalam hal ini adalah pemahaman terhadap materi dan komposisi materi diklat. 

    Kegiatan Analisa Kebutuhan Diklat

                Secara deskriptif dijelaskan mengenai karakteristik responden yang diperoleh melalui survei yang dilakukan untuk melihat sebaran dan kondisi responden penelitian ini sehingga dapat diperlihatkan keberadaan responden yang mengisi kuesioner ini.

    Berdasarkan hal tersebut maka Balai Diklat Industri Medan mencoba mencari tahu tingkat kinerja pekerja melalui jawaban kuesioner yang telah dibagikan sebagai berikut (sample beberapa data):

    1. Nama Perusahaan: PT. PP. Lonsum Indonesia, Tbk

    Nama Responden: Muhammad Sandhy Novian

    Saran dan Masukan untuk program pengembangan industri: Pengembangan Industri perlu ditingkatkan karena di Indonesia sudah banyak perusahaan asing.

    1. Nama Perusahaan: PT. PP. Lonsum Indonesia, Tbk

    Nama Responden: Fajariko

    Saran dan Masukan untuk program pengembangan industri: Diklat ini dilaksanakan terus menerus dan kerjasama dengan perusahaan lain bisa dikembangkan.

    1. Nama Perusahaan: PT. Shamrock Manufacturing Corpora

    Nama Responden: Erdita Lubis

    Saran dan Masukan untuk program pengembangan industri: Diklat harus dikembangkan supaya industri dalam negeri tidak kalah saing dengan industri luar.

    1. Nama Perusahaan: PT. Shamrock Manufacturing Corpora

    Nama Responden: Marlina Sihite

    Saran dan Masukan untuk program pengembangan industri: Meningkatkan SDM yang berkualitas dan memberikan pelatihan agar berkembangnya industri.

    1. Nama Perusahaan: PT. Herfinta Farm & Plantation

    Nama Responden: Riyan Agusman Pane

    Saran dan Masukan untuk program pengembangan industri: Memajukan dan mengembangkan teknologi yang ada seperti memproduksi kelapa sawit.

    1. Nama Perusahaan: PT. Herfinta Farm & Plantation

    Nama Responden: Khairul Umam Al Hakim Ritonga

    Saran dan Masukan untuk program pengembangan industri: Membuat produk-produk baru untuk pengembangan industri dengan memperkejakan staff.

    Kendala yang dihadapi

                Dari pengamatan di lapangan diperoleh masukan adanya  peserta yang dikirim untuk mengikuti suatu diklat kadangkala kurang tepat memenuhi kriteria yang diminta, hal ini juga berakibat hasil yang akan diperolehnya juga tidak maksimal, artinya di sini adalah kualitas output sangatlah bergantung dan ditentukan oleh bagaimana dengan inputnya serta bagaimana pula proses yang dilakukan oleh Balai Diklat Industri Medan, bukan saja kurikulum maupun sillabus yang harus tepat tetapi kualitas tenaga pengajar juga harus baik.

                Dalam mengisi kuesioner masih terdapat pegawai yang enggan mengisi kuesioner dan ada mengembalikan kuesioner masih banyak yang kosong  sampai batas waktu yang telah ditentukan, namun demikian mudah mudahan jumlah yang ada ini juga sangat berguna yang dapat memberikan gambaran tentang maksud dan tujuan dari Analisa Kebutuhan Diklat ini.

    Banyak daerah yang menginginkan diklat yang memberikan bahan dan materi yang lebih aplikatif lagi dengan membuat lebih banyak kasus (praktek) yang relevan pada bidang kerja peserta yang pada akhirnya dapat diaplikasikan pada tempat kerjanya.

    Kesimpulan

    Pelaksanaan Analisa Kebutuhan Diklat dapat disimpulkan sebagai berikut:

    1. Analisa kebutuhan diklat (TNA) masih dilakukan dengan cara sederhana yaitu hanya pendataan kebutuhan diklat berdasarkan wawancara dan pengisian daftar pertanyaan  yang berisi  kebutuhan diklat  secara sepintas.
    2. Studi penelitian tentang kaitan antara hasil diklat terhadap pengembangan karir pegawai (evaluasi pasca diklat) belum pernah dilakukan.
    3. Promosi keberadaan Balai Diklat Industri Medan masih terbatas.
    4. Sarana dan prasarana gedung Balai Diklat Industri Medan yang belum memadai.
    5. Sumber daya manusia khususnya tenaga widyaiswara atau instruktur teknis untuk diklat yang harus praktek belum tersedia.
    6. Belum semua pimpinan perusahaan industri mengirimkan peserta yang sesuai kriteria yang diminta.
    7. Pelaksanaan diklat di Balai Diklat Industri Medan telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang telah disusun sebelumnya.

    Saran

    Dengan memperhatikan semua strategi yang telah diuraikan diatas serta mempertimbangkan situasi dan kondisi yang dihadapi, maka dapat dipilih empat strategi utama dalam mencapai Tujuan dan Sasaran sebagai berikut :

    1. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan melaksanakan diklat dalam memenuhi tuntutan reformasi birokrasi dan pola karir.
    2. Penguatan dan pembinaan pada unit pendidikan yang unik spesifik dalam mendukung kebijakan pengembangan industri inti daerah.
    3. Melaksanakan sertifikasi kelembagaan
    4. Memanfaatkan dan mengoptimalkan jejaring kerja untuk merebut peluang pasar dan meningkatkan kemampuan melaksanakan diklat.
    5. Meningkatkan kemampuan lembaga pendidikan/balai diklat yang berorientasi kebutuhan
    6. Sebaiknya rekruitmen peserta agar lebih detail persyaratannya (tamatan dan jurusan) agar dalam pelatihan dapat lebih efektif pelaksanaannya, sehingga tingkat penerimaan dan aspiratif terhadap materi diklat dapat lebih merata sehingga bahan dan materi yang diberikan dapat lebih diserap dan pada akhirnya dapat diaplikasikan pada tempat kerjanya setelah mengikuti diklat.
    7. Frekwensi dan lamanya diklat perlu ditambah.
    8. Pelaksanaan diklat yang lebih kontinu dengan materi pelatihan yang berbeda (pengadaan pelatihan yang bersertifikasi).
    9. Dalam pengisian kebutuhan diklat oleh pekerja industri, hendaknya mengacu pada Analisa kebutuhan diklat pada daerah tersebut.

     

     

    Balai Pendidikan dan Pelatihan Industri Medan

      JL. Dame No.32 Medan - Indonesia
      Medan - Indonesia
      bdimedan@gmail.com (+6261) 786 5857

    Help Desk

    Statistik Website :